PT
First Media Tbk
sebelumnya bernama PT
Broadband Multimedia Tbk adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita
lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan
sebagai "Triple Play". Jaringannya meliputiJabodetabek, Surabaya, dan Bali.
Saat ini First Media memiliki dan
mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (HFC : HFC
merupakan teknik jaringan akses yang menggabungkan media transmisi Serat Optik
dan Kabel koaksial.
Jaringan HFC dalam
perkembangannya dapat dimanfaatkan untuk tiga layanan, yaitu layanan analog
(analog services), layanan digital (digital services) dan layanan data (data
services) frekusensi
transmisinya yang besar mencapai ( < 1 GHz).
Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk
ditransmisikan melalui kabel, meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan
transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran
TV secara serempak dan volume data yang sangat besar.
Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan
kabelnya menjadi digital. ISDN (Integrated
Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke
dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk
menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas.
Produk
First Media disebut Triple Play,merupakan layanan berbasiskan teknologi pita
lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa
batasan yang selalu menyala (FastNet sebelumnya bernama MyNet, FastNet
memiliki keunggulan dalam harganya yang lebih murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lain di paket kecepatan serupa), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi serta berkapasitas
besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).
Jalur lebar atau pita lebar merupakan koneksi internet transmisi data
kecepatan tinggi. Ada dua jenis jalur lebar yang umum, yaitu DSL dan kabel modem, yang mampu mentransfer
512 kbps atau lebih, kira-kira 9 kali lebih cepat dari modem yang menggunakan
kabel telepon standar.
FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet,
tetapi menggunakan jaringan pita lebar tersendiri bertipe Hybrid Fiber-Coaxial
(‘HFC’). Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang
menggunakan saluran telepon, karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan
penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di
Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek dan Surabaya.
FastNet menggunakan standar
teknologi DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) untuk
menyalurkan layanan internet ke pelanggan. Di sisi pelanggan dibutuhkan Cable Modem
DOCSIS agar dapat memakai layanan internet FastNet. Cable modem dengan DOCSIS
system, yaitu modem yang dirancang khusus untuk jaringan TV kabel.


.jpg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar